Pengertian Saham dan Cara Kerjanya, Yuk Ketahui 

0
9

Untuk mencapai kebebasan finansial, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi. Saat ini, seiring berkembangnya dunia teknologi, investasi pada instrumen saham sudah menjadi idola di kalangan masyarakat. Dengan segala kemudahan yang diberikan, seperti menjamurnya aplikasi trading, menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya investor saham di Indonesia. 

Investor dari berbagai kalangan profesional mulai dari usia muda hingga tua mencoba peruntungan pada instrumen ini. Namun dalam istilah ekonomi selalu ada ungkapan “high risk high return”, dan hal ini juga berlaku pada investasi saham. Oleh karena itu, alangkah baiknya sebelum memilih saham sebagai instrumen investasi Anda, cari tahu dulu seluk beluknya. Berikut beberapa tips bagi pemula yang ingin berinvestasi pada instrumen saham:

Pelajari saham terlebih dahulu

Jangan ragu untuk belajar. Pelajari terlebih dahulu jenis, risiko dan imbal hasil instrumen investasi Anda (saham) sebelum melangkah lebih jauh. Pahami ilmu dasar investasi saham serta istilah-istilah teknis yang mungkin sering muncul. Anda bisa mengetahuinya dari buku, media sosial, atau video di internet untuk memperluas pengetahuan Anda. Anda juga bisa berdiskusi dengan komunitas atau orang yang lebih berpengalaman.

Pilih perusahaan sekuritas

Saat ini banyak sekali perusahaan sekuritas yang menjual jasanya untuk membantu Anda memulai jual beli saham. Setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan biaya transaksi. Namun, bukan hanya biaya saja yang menjadi pertimbangan. Pelayanan yang akan Anda dapatkan juga menjadi hal yang patut Anda pertimbangkan. 

Setelah itu, Anda bisa membuka rekening saham sendiri. Beberapa perusahaan kini bahkan memberikan kemudahan dengan mengurangi dana awal, bahkan dengan seratus ribu rupiah saja Anda sudah bisa membuka rekening saham. Jika Anda ingin menggunakan aplikasi perdagangan, pastikan Anda menggunakan aplikasi yang sudah disetujui OJK dan memiliki rekam jejak yang baik.

Gunakan uang tunai menganggur atau uang dingin

Meskipun trading saham memiliki return yang tinggi, namun juga memiliki risiko yang tinggi. Salah satu prinsip pengelolaan uang adalah berinvestasi hanya menggunakan uang dingin. Artinya, uang yang Anda gunakan untuk berinvestasi tidak akan mengganggu anggaran kebutuhan pokok atau hal-hal prioritas lainnya. 

Hindari juga penggunaan utang. Jika sudah mempersiapkannya, mulailah secara bertahap. Gunakan modal kecil terlebih dahulu, bukan dengan mengalokasikannya sekaligus menjadi saham atau sekali jalan. Hal ini bertujuan agar Anda lebih memahami situasi pasar setiap hari serta upaya mengelola risiko.

Buatlah rencana perdagangan

Perencanaan perdagangan saham sangat penting bagi para pedagang ketika melakukan jual beli saham di Bursa Efek. Trading plan mencakup beberapa hal seperti daftar saham yang akan diperdagangkan, entry point (kapan membeli), exit point (kapan menjual), dan cut loss point (sampai batas berapa harga saham turun lalu dijual). Setelah membuat trading plan, kita harus disiplin dalam menjalankannya. Jangan hanya mengandalkan emosi untuk mengambil keputusan. Yakinlah bahwa kedisiplinan dalam perencanaan yang telah dibuat akan mendatangkan keuntungan yang maksimal.

Investasikan dana pada perusahaan yang tepat

Jangan malas untuk mencari informasi mengenai saham yang akan Anda beli. Bagaimana kualitas sahamnya, rekam jejak perusahaan, laporan keuangan, dan berbagai aspek lainnya. Di Bursa Efek (BEI) terdapat indeks saham yang berguna sebagai ukuran statistik perubahan pergerakan saham yang dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. 

Bagi pemula akan lebih aman jika memilih saham-saham di indeks IDX30 dan LQ45, karena saham-saham di indeks tersebut mempunyai fundamental perusahaan yang baik dan mempunyai likuiditas yang cukup tinggi atau disebut juga blue chips. Jangan lupa untuk melakukan diversifikasi saham yang Anda beli, Anda bisa membeli di beberapa sektor berbeda. Ini berguna untuk mengelola risiko Anda.

Pelajari analisis saham

Semakin hari kamu akan semakin terbiasa dengan pergerakan nilai saham yang naik turun. Namun, perdagangan saham bukan tentang intuisi belaka melainkan harus didasarkan pada analisis yang mendalam. Nilai saham suatu perusahaan dapat diprediksi dengan mempelajarinya. Anda bisa mempelajari laporan keuangan atau portofolio perusahaan selama beberapa tahun terakhir. 

melihat perkembangan perusahaan lewat berita dan informasi terbaru. Dengan mempelajarinya anda bisa menentukan saham mana yang akan kamu beli yang nantinya akan menghasilkan yang maksimal. Ingat, jangan membeli saham karena FOMO atau ikut-ikutan saja.

Realistis dan tidak emosional ketika berinvestasi

Selalu realistis dalam melakukan investasi. Kita juga harus sadar jika tidak ada yang instan dalam sebuah proses. Butuh waktu dan usaha sabar untuk bisa mencapai tujuan. Jangan pernah berekspektasi untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Selain itu, ketika kita sudah memenuhi ekspektasi yang terlalu tinggi maka biasanya menjadi cenderung terbawa emosi dalam setiap pengambilan keputusan. Kesenangan yang berlebihan pada suatu perusahaan juga tidak baik. 

Itulah beberapa tips berinvestasi saham bagi pemula seperti yang dilansir alexistogel, semoga bermanfaat.