Seni Film: Pengertian, Sejarah, Unsur, Dan Jenis Filmnya

0
26

Bagi sebagian orang, pengertian Seni Film mempunyai definisi yang berbeda-beda. Definisinya bermacam-macam, mulai dari gambar hidup yang mempunyai alur cerita, hingga cerita tokoh tertentu yang dibuat oleh produser.

Meski berbeda, namun makna film tetap sama, yaitu sebagai media komunikasi berbentuk audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat luas. Nah, agar Anda lebih memahami tentang pengertian seni film, simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Seni Film

Seni film adalah rangkaian gambar hidup yang dimainkan untuk menciptakan ilusi gambar bergerak yang disajikan sebagai bentuk hiburan. Dengan kata lain dapat diartikan bahwa film adalah proses gerak melukis dengan cahaya dengan menggunakan alat khusus berupa kamera.

Pendapat lain, seni film adalah karya seni yang mengandung beberapa unsur seni untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Unsur-unsur seni yang terkandung dalam seni film antara lain:

  • Seni rupa
  • Seni fotografi
  • Seni arsitektur
  • Seni tari
  • Seni puisi sastra
  • Seni teater
  • Seni musik
  • Seni pantonim
  • Novel.

Sejarah Seni Film

Film ditemukan pada tahun 1805 oleh Lumiere Bersaudara. Kemudian pada tahun 1899, George Melies mulai menayangkan film dengan gaya editing berjudul “Trip To The Moon”. Hingga pada tahun 1902, Edwin Peter memproduseri film berjudul “Life Of In American Fireman”.

Di Indonesia sendiri, film sempat sukses pada sekitar tahun 70an hingga 80an, atau lebih tepatnya sebelum diperkenalkannya televisi siaran pada tahun 1988. Saat itu, film Indonesia banyak direspon baik oleh masyarakat. Hal ini terkait dengan kualitas film yang mampu memenuhi psikologi dan spiritualitas masyarakat Indonesia.

Namun kemunculan bioskop ini tidak bisa dijadikan sebagai tonggak awal sejarah perfilman di Indonesia, karena film-film pada masa itu masih didatangkan dari luar negeri. Maka pada tahun 1926 di Bandung, sebuah perusahaan berhasil memproduksi film berjudul “Loetoeng Kasaroeng” dan hal ini sekaligus menjadi awal tonggak sejarah perfilman di Indonesia. 

Kesuksesan produksi film ini tidak lepas dari peran penting Wiranatakusumah V yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bandung.

Fungsi Seni Film

Film sering kali ditonton untuk tujuan hiburan. Namun fungsi sebenarnya dari film adalah; fungsi informatif, mendidik dan persuasif. Misalnya film nasional, film jenis ini mempunyai fungsi sebagai media pendidikan sekaligus pembinaan generasi muda dalam rangka pembentukan bangsa dan karakter.

Unsur-Unsur Film

Dalam proses pembuatan sebuah film terdapat beberapa unsur didalamnya. Elemen-elemen ini meliputi:

Produsen

Produser merupakan pihak yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang diperlukan dalam pembuatan sebuah film.

Sutradara

Sutradara merupakan pihak atau orang yang paling bertanggung jawab terhadap proses pembuatan film di luar urusan dana atau harta benda lainnya.

Penulis Skenario

Penulis skenario film merupakan salah satu orang yang menulis naskah cerita untuk difilmkan. Naskah skenario yang ditulis oleh penulis skenario kemudian digarap atau diubah oleh sutradara menjadi sebuah karya film.

Penata Kamera (Kameramen)

Sutradara kamera disebut juga juru kamera adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap proses perekaman atau pengambilan gambar dalam pembuatan sebuah film.

Penata Artistik

Sutradara artistik adalah seseorang yang tugasnya menampilkan cita rasa artistik dalam sebuah film yang diproduksi.

Penata Musik

Penata musik adalah seseorang yang bertugas atau bertanggung jawab penuh dalam menyediakan suara musik tersebut.

Editor

Editor mempunyai tugas sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap proses penyuntingan gambar.

Pengisi Dan Penata Suara

Pengisi suara adalah seseorang yang tugasnya mengisi suara aktor atau pemain film. Jadi, tidak semua aktor film menggunakan suaranya sendiri dalam berdialog di film.

Pemeran Film (Aktor Dan Aktris)

Aktor film atau disebut juga aktor dan aktris adalah mereka yang memerankan atau membintangi sebuah film yang diproduksi.

Jenis-Jenis Film

Berdasarkan beberapa tanggapan para ahli, ternyata jenis-jenis film terbagi menjadi 3 bagian, antara lain sebagai berikut.

Film Cerita Pendek

Film cerita pendek biasanya memiliki durasi di bawah 60 menit. Film ini merupakan jenis film uji coba dan menjadi batu loncatan bagi seseorang atau sekelompok orang untuk kemudian menghasilkan sebuah film layar lebar. Film jenis ini biasanya diproduksi oleh para pelajar film dan kalangan tertentu yang menyukai dunia perfilman dan ingin berlatih membuat film dengan baik.

Film Cerita Panjang

Film yang berdurasi lebih dari 60 menit, biasanya 90-100 menit, disebut film layar lebar. Film jenis ini biasanya ditayangkan di bioskop-bioskop. Bahkan di beberapa film, durasinya mencapai 120-180 menit tergantung jalan cerita yang diceritakan.

Film Dokumenter

Film dokumenter biasanya menyajikan realitas dengan berbagai cara dan dibuat untuk berbagai tujuan. Namun biasanya film jenis ini tidak lepas dari tujuan penyebaran informasi, seperti pendidikan dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu.

Demikian ulasan artikel tentang Seni Film: Pengertian, Sejarah, Unsur, Dan Jenis Filmnya seperti yang dilansir agen sbobet, Semoga bermanfaat.